Selamat datang di blog KABAR PAJAK | Di sini Anda dapat menemukan semua informasi tentang PERPAJAKAN

Metodologi Penelitian dalam Administrasi (MPA)


Metodologi Penelitian dalam Administrasi (MPA)
What does Metodologi Penelitian Administrasi (MPA)?
MPA is a scientific way to get data for certain purpose and benefit.
Key words : scientific; data; purpose; and benefit
Sehingga Metodologi Penelitian Administrasi (MPA) adalah suatu cara ilmiah untuk memperoleh data untuk mencapai tujuan dan manfaat tertentu.
Sedangkan masing-masing key word mempunyai syarat tersendiri, yaitu :
1.    Syarat scientific :
a.    Rasional    :    human ratio
b.    Empirical (empiris)    :    teramati
c.    Steps / rules    :    logical steps
2.    Syarat data :
a.    Objective    :    people agreementb.    Valid    :    degree of accuracyc.    Reliable    :    consistency
3.    Syarat purpose :
a.    Inventing    :    penemuan
b.    Proving    :    pembuktian
c.    Developing    :    pengembangan
4.    Syarat benefits :
a.    Understanding    :    pemahaman
b.    Solving    :    pemecahan
c.    Anticipating    :    pencegahan

MPA itu sendiri menyangkut beberapa metode, diantaranya :
1.    Metode Quantitative (data statistik) terdiri dari :
a.    Descriptive terdiri dari satu variabel
b.    Comparative terdiri dari dua variabel yaitu satu dependen dan tiga independen
c.    Asociative terdiri dari dua variabel yaitu satu dependen dan satu independen
2.    Metode Qualitative (data non statistik) terdiri dari :
a.    Descriptive terdiri dari satu teori
b.    Comparative
c.    Asociative
Jadi ada empat pola yang akan dipelajari dalam Metode Penelitian Administrasi.
Jenis-jenis penelitian (Type of Research) adalah sebagai berikut :
1.    Tujuan ( goal / purpose / mission ) :
a.    Penelitian murni (Basic Research)    :    bertujuan untuk menemukan teori baru dan modifikasi; landasan hukum; dan objek non human.
b.    Penelitian terapan (Applied Research)    :    menguji teori yang sudah ada dan mengatasi masalah yang terjadi.
2.    Pendekatan (Approach) :
a.    Survey    :    menggunakan populasi untuk diambil sample-nya
b.    Expost facto    :    mengungkap sebab-sebab terjadi peristiwa
c.    Experiment; Qualitative; Policy Research; Action Research; History; Evaluation
3.    Paradigma / Tingkat Explanasi (Paradigm / Explanation) :
a.    Descriptive (gambaran)    :    menggambarkan apa adanya
b.    Comparative (perbedaan)    :    penelitian yang mengungkap perbedaan yang terjadi antarvariabel penelitian atau antarkelompok sampel, terhadap variabel penelitian.
c.    Asociative (hubungan)    :    alami/normal (terjadi dengan sendirinya/natural); interaksi (interaction); kausalitas (causality).
4.    Jenis-jenis data (Data types) :
a.    Kuantitaif (Quantitative)
b.    Kualitatif (Qualitative)
c.    Kombinasi (Mixing)
Dalam penelitian yang harus diperhatikan adalah benang merah (the red string) sejak perumusan judul skripsi sampai dengan kesimpulan.
Secara sederhana penulisan skripsi dapat digambarkan sebagai berikut :
1.    Judul (Title)
2.    Bab I    :    Masalah Penelitian
3.    Bab II    :    Literatur review (teori of konsep kunci)
4.    Bab III    :    Metodologi / Prosedur
5.    Bab IV    :    Data analisis / Hasil Penelitian
6.    Kesimpulan Penelitian
Sedangkan untuk penelitian terkait S1 (skripsi) cukup satu variabel disiplin atau produktivitas. Adapun syarat judul penelitian adalah sebagai berikut :
1.    Masalah    :    efektivitas / kinerja
2.    Fokus masalah    :    manajemen perpustakaan
3.    Paradigma penelitian    :    memilih kualitatif atau kuantitatif, sedangkan kualitatif deskriptif ditemukan dalam studi kasus
4.    Locus    :    metode
5.    Info standardisasi    :    efektivitas terkait dengan teori.
Contoh Ikhtisar perumusan judul penelitian :
1.    Kualitatif Deskriptif    :    “Analisis efektivitas pelayanan informasi standardisasi pada  perpustakaan Badan Standarisasi Nasional (BSN)”.
2.    Kuantitatif Deskriptif    :    “Analisis efektivitas pelayanan informasi standardisasi pada  perpustakaan BSN”. Dimana efektivitas merupakan variabel mandiri.
3.    Kuantitatif Komparatif    :    “Analisis efektivitas pelayanan informasi standardisasi pada  perpustakaan BSN”. Dimana efektivitas merupakan variabel dependen sedangkan karakteristik merupakan variabel independen.
4.    Kuantitatif Asosiatif     :    “Hubungan positif antara kompetensi pegawai dengan   efektivitas organisasi dalam pelayanan informasi standardisasi pada perpustakaan BSN”.
Catatan :
Komponen yang dapat mempengaruhi efektivitas:
Kompetensi    :  value yang paling berpengaruh
Metode Kerja
SDM, Teknologi, Keuangan, Kepemimpinan
Karakteristik meliputi 2 faktor :
1.    Faktor demografis : kelompok umur, jenis kelamin, suku, status keluarga, unit kerja, status pekerja, status ekonomi, pendidikan, agama, budaya
2.    Faktor personal : gaya hidup, hobi, pandangan hidup
Pola penyusunan hasil penelitian menurut Mattern International
Bab I = Pendahuluan,
Terdiri dari Latar belakang masalah, Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Sistematika Penelitian
Bab II = Kerangka Teori,
Terdiri dari Tinjauan Teori dan Konsep, Review Hasil Penelitian yang Relevan, Kerangka Berpikir, Hipotesis Penelitian
Bab III = Metodologi,
Terdiri dari Metode penelitian, Populasi dan Sampel, Teknik Sampling, Responden, Instrumen Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, Hipotesis Statistic, Teknik dan Prosedur Analisis Data.
Bab IV = Hasil Penelitian dan Pembahasan,
Terdiri dari Hasil Uji Instrument baik validitas maupun reabilitas, Uji Asumsi Klasik, dan Uji Hipotesis
Bab V = Penutup,
Terdiri dari Kesimpulan dan Saran
Daftar Pustaka
Lampiran
Daftar Riwayat Hidup Peneliti
Dalam Bab II pola STIA-LAN Kerangka Teori Penelitian/Telaah Pustaka/Literatur Review terdiri dari empat bagian yaitu :
1.    Teori dan konsep kunci yang berisi hakikat atau definisi variable-variabel yang digunakan dalam penelitian (variabel bebas dan terikat), indikator-indikator dari setiap variabel, deskripsi indikator variabel terpilih dan keterkaitan antarvariabel penelitian secara teoritis. Definisi masing-masing variabel diperoleh minimal dari tiga referensi dan nantinya akan disimpulkan definisi menurut pengertian peneliti sendiri sesuai dengan definisi yang diperolehnya dari referensi yang telah disebutkan sebelumnya, ini disebut dengan sinopsis/definisi konseptual. Selanjutnya pemilihan indikator-indikator dari masing-masing variabel kemudian memilih salah satu indikator yang terpilih dinamakan definisi operasional.
2.    Review hasil penelitian yang relevan yaitu dengan membandingkan penelitian yang ada dengan penelitian yang sebelumnya sudah pernah dilakukan.
3.    Kerangka Berpikir (Conceptual Framework) merupakan keterkaitan antar variabel yang diteliti. Biasanya digambarkan dalam sebuah diagram seperti contoh di bawah ini :
4.    Hipotesis Penelitian ada dua yaitu hipotesis umum dan khusus. Untuk hipotesis umum biasanya disebutkan terdapat pengaruh secara simultan maupun parsial variable-variabel bebas terhadap variabel terikat. Sedangkan hipotesis khusus akan disebutkan hanya pengaruh variabel bebas pertama terhadap variabel terikat atau variabel bebas kedua terhadap variabel terikat.

0 comments:

Post a Comment